TAJWEED IN DEPTH

Dayak Dan Madura | Perang

Kini, rekonsiliasi terus diupayakan. Festival budaya bersama antara Dayak dan Madura mulai jarang diadakan, namun dialog antartokoh adat masih berlangsung. Harapannya generasi muda—yang tidak mengalami langsung peristiwa 1999-2001—dapat membangun kembali jembatan persaudaraan. Karena satu fakta tidak bisa diubah: membuktikan bahwa kekerasan hanya melahirkan penderitaan tanpa akhir.

While tensions had been simmering, the formal "war" began in the town of Sampit . On December 18, 2000, a brawl broke out between a Dayak youth and a Madurese becak (rickshaw) driver over a minor debt. The Madurese man was killed. The Dayak community refused to hand over the suspect to Madurese authorities, citing customary law. perang dayak dan madura